
Kehidupan direncanakan atau tidak, akhirnya akan membawa setiap manusia pada takdir yang mereka pilih. Hari ini Yulistana, seorakn mekanik 14 berkomentar, keberadaannya di Batam adalah efek dari terdamparnya dia dalam meniti pilihan. sengaja atau tidak dia menemukan dan ditemukan dengan pilihan hidupnya. Ajaibnya dia betah. Indikatornya, bertemu istri di Batam, punya anak, memilih rumah di sana. Dilihat dari email yang dia kirim nampaknya dia bahagia.
Satu lagi mekanik 14 yang mencari nafkah di luar jawa. Teguh Hadi Wibowo yang kini di NSN divisi Medan. kurang lebih dua bulan yang lalu dia sekeluarga bersilaturahmi ke rumahku di Serdang. Dari ceritanya nampak pilihan hidup yang mengikuti arus. Sepertia air dari hulu ke muara, menjalani sunatullah, entah pilihan atau tangan Alloh yang mengarahkan. Akupun melihat dia dan keluarganya bahagia.
Jadi kesimpulannya, menurutku bukan kemana takdir kehidupan meletakan kita di belahan mana bumi ini membuat kita bahagia, bagaimana kita menikmati proses itu, menjalaninya hinngga akhirnya jalannya waktu membuat indah segalanya. Terakhir, selamat buat semua rekan mekanik 14 yang telah berani memilih kehidupan masing-masin, sukses selalu!